Sebuah Surat Untukmu

Hai, bagaimana kabarmu sekarang?

Sudah cukup lama kita tidak bertemu, kuharap kamu baik-baik saja disana dan apabila kamu bertanya juga bagaimana kabarku maka aku akan menjawab bahwa aku pun baik-baik saja. Aku tidak begitu mengerti kenapa tiba tiba saja aku ingin menuliskan hal ini, aku juga tidak terlalu berharap kamu membaca ini, cukup kamu tau saja bahwa tulisan ini dariku, aku sudah cukup senang.

Apakah kamu masih ingat saat pertama kali kita bertemu? Saat itu kita masih duduk di bangku kelas 2 SMA, aku masih ingat persis seperti apa dirimu saat itu, dirimu yang pendiam, terlihat lugu, ceroboh, namun sesekali bisa terlihat sangat serius dan entah kenapa hal itu justru menarik perhatianku, aku pun mulai merasakan sesuatu yang aneh dalam diriku, denyut jantungku selalu berdebar tidak karuan setiap kita berdekatan, aku pun menjadi merasa tidak bersemangat bila sehari saja tidak melihatmu, aku tidak mengerti apa yang kurasakan saat itu tapi mungkin apakah itu pertanda cinta?

Namun aku yang sama sekali tidak mengerti tentang perasaan dan apa itu cinta, pada saat itu hanya bisa menyangkal hal tersebut dan menganggap bahwa ini hanyalah sekedar rasa suka, atau memang mungkin saja lebih dari itu. Aku yang pernah terluka karena cinta dan trauma menjalani sebuah hubungan, tiba tiba saja didatangkan oleh seseorang yang dengan beraninya mengetuk dan membuka pintu hatiku. Dirimu yang datang membuatku melupakan semua luka dimasa lalu hingga aku memberanikan diri untuk membuka sebuah lembaran baru.

Aku perlahan lahan mulai mendekatimu, aku yang sangat pendiam dari dulu dan tidak berani berbicara dihadapan banyak orang mulai memberanikan diriku untuk mulai melakukan hal itu berharap kamu memperhatikanku, aku merasa sangat bodoh pada saat aku melakukan hal itu tapi aku sangat senang dengan cara bodohku itu dapat membuatmu tertawa, karena bagiku dengan dapat melihat tawamu saja sudah menjadi sebuah hal istimewa dimana aku dapat melupakan semua masalah hidupku.

Hari hariku hanya ku habiskan dengan memikirkan bagaimana caranya aku bisa membuatmu tertawa. Sampai pada akhirnya aku mendengar kabar bahwa kau juga sedang dekat dengan salah satu temanku, aku tidak tahu mengapa dadaku begitu sesak mendengar hal itu, padahal aku tahu bahwa kita ini hanyalah sebatas teman tidak lebih. Aku cukup cemburu pada saat itu tapi aku sadar untuk apa? Aku bukan siapa siapa dirimu, aku juga hanya dianggap teman olehmu. Sejak saat itu aku putuskan untuk hanya sekedar menyimpan rasa ini seorang diri selama satu tahun, cukup satu tahun yang menyedihkan bagiku.

Waktu pun berlalu dengan begitu cepatnya, kini kita sudah kelas 3 SMA dimana pada hari pertama, aku memutuskan untuk duduk didekatmu. Hal itu juga aku lakukan karena disarankan oleh salah satu temanku yang sadar bahwa aku menyukaimu dan mendorongku untuk tetap memperjuangkan perasaan ini.

Aku benar benar menjadi orang yang berbeda, aku yang biasanya mudah gugup, dan tidak tahu harus apa setiap berhadapan dengan perempuan kini mulai sedikit berani mendekatimu dengan harapan aku dapat menyampaikan perasaan ini suatu saat nanti. Aku mulai curi curi pandang kepadamu, seringkali juga aku curi curi agar dapat duduk disebelahmu, dan bisa dibilang saat itu aku sangat senang.

Aku putuskan untuk memperjuangkanmu, perlahan demi perlahan aku mulai memberanikan diri mengajakmu berbincang bincang di media sosial, aku masih ingat saat itu, kita selalu saja membahas banyak hal dengan tulisan yang sangat panjang sampai terkadang memaksa kita harus menghapus beberapa topik. Aku sangat senang setiap kali kita membahas sesuatu, karena bagiku itu berarti kamu sudah mulai membuka hatimu untukku.

Sampai pada akhirnya, aku benar benar memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanku kepadamu, awalnya aku ingin mengatakannya secara langsung tetapi waktu begitu memaksaku hingga hanya dapat menyampaikannya lewat tulisan saja, kamu yang membaca hal itu hanya terdiam, dan butuh beberapa hari untuk menjawabnya.

Aku sangat gugup dan takut akan jawabanmu, tapi aku yakinkan diriku apapun jawabannya setidaknya kau sudah tahu apa yang aku rasakan selama ini. Beberapa hari berlalu, akhirnya kamu memberikanku sebuah jawaban yang cukup membuatku tidak percaya bahwa kamu menerima dan membalas perasaanku terhadapmu, aku sangat senang.

Sejak saat itu kita selalu bersama, bahkan kita sama sama ingin membawa hubungan kita ke jenjang yang lebih serius, aku sudah memperkenalkanmu dengan orang tuaku, tapi aku masih ingat saat pertama kali aku bertemu dengan ayahmu, hahaha cukup kejadian yang tidak terduga padahal kamu belum siap memperkenalkanku dan jujur aku juga belum siap pada saat itu tapi sangat tidak terduga ya bisa tiba tiba bertemu dengan ayahmu.

Kita seringkali meributkan hal kecil, tapi entah kenapa setiap aku berdebat denganmu aku pun merasa senang, karena dengan begitu kita jadi lebih saling memahami satu sama lain. Ingatkah kau saat kamu terkena masalah kamu mencurahkan semuanya sambil menangis dihadapanku dengan bersandar dibahuku, aku mengatakan kepadamu bahwa tidak masalah, kamu harus berjuang, jangan putus asa, aku akan selalu ada untukmu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, dan kamu tersenyum saat itu, aku tidak begitu mengerti tapi entah kenapa senyumanmu saat itu sangat indah bagiku.

Lalu aku juga ingat saat aku terkena masalah kamu selalu jadi penyemangatku, kamu selalu mengatakan semuanya baik baik saja walaupun aku juga tahu pada saat itu hidupmu tidak sedang baik baik saja tapi kamu tetap tegar dan tersenyum dihadapanku. Memang cukup menjijikkan mendengarnya, tapi jujur alasan aku hidup sampai saat ini adalah kata katamu saat itu. Dan kamulah jadi alasan untukku tetap hidup dan ada didunia ini.

Kamu masih ingat saat kita ke Corner Arcade berdua dan memainkan beberapa permainan? Aku yang sangat handal dalam memainkan berbagai macam jenis permainan harus tunduk dan kalah denganmu disalah satu permainan perlombaan balap mobil. Aku cukup kesal, dan berniat mengalahkanmu suatu saat nanti, tapi aku juga senang saat itu kita bisa benar benar menghabiskan waktu kita berdua saja.

Sampai kamu mengatakan dan memperkenalkan sahabat laki-lakimu kepadaku, aku sebenarnya tidak melarangmu untuk dekat dengan siapa saja tapi aku hanya takut kejadian masa lalu ku terulang kembali dimana aku pernah mencintai seseorang dan orang itu memperkenalkan sahabat laki-lakinya yang ternyata mereka saling suka dalam diam lalu orang itu lebih memilih sahabatnya dan meninggalkanku, tapi kamu tetap meyakinkanku bahwa dia memang benar benar hanyalah sahabatmu, aku menerima hal itu namun jujur aku cukup cemburu setiap melihatmu sangat dekat dengannya, tapi aku yakin dengan perkataanmu dan yakin akan perasaan yang aku miliki terhadapmu.

Berbulan bulan berlalu, hubungan kita sudah dibilang cukup kacau, aku dan kamu sama sama tidak tahu bagaimana kedepannya, mungkin aku juga yang salah secara tidak sadar sudah mengecewakanmu, membuatmu terluka, menyia-nyiakanmu, menghilangkan kepercayaanmu kepadaku. Jika memang yang aku katakan itu benar tolong maafkan aku yang selama ini tidak benar benar memahamimu.

Aku sangat senang tiap kali kita bersama tapi aku tidak sadar bahwa kamu sedang terluka, sampai akhirnya mungkin kamu sudah lelah dengan sikapku yang seperti itu selama ini dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita. Jujur aku cukup kecewa saat itu tapi aku juga sadar kamu lebih kecewa daripadaku kan? Ya, memang aku cukup menyedihkan bukan?

Jika kamu membaca ini, aku hanya berharap, kamu dapat menemukan seseorang yang lebih baik dariku, maafkan aku yang pernah menyakitimu, maaf aku gagal membahagiakanmu, dan sampaikan maafku kepada mamamu karena aku gagal menjaga hati anak perempuan satu satunya, kamu membenciku? Ya aku juga membenci diriku yang sekarang ini. Jika seandainya waktu bisa diulang, aku ingin mengulang semuanya dan memperbaiki semua kesalahan yang pernah aku lakukan. Memang cukup ironis sih, tapi sejak hari perpisahan kita sampai detik ini aku masih sangat mencintaimu.

Aku tidak tahu apakah kamu masih merasakan hal yang sama atau tidak tapi yang jelas tolong kamu jangan pikirkan diriku, pikirkan saja dirimu, jalani hidupmu, selesaikan kuliahmu dengan benar, jadilah seseorang yang berguna, dan jangan pernah menyalahkan dirimu lagi, kelak kamu akan menemukan seseorang yang benar benar baik untukmu karena hanya ini yang sekarang aku bisa lakukan demi kebaikanmu.

Sekali lagi maafkan aku, dan bila suatu saat kamu telah menemukan orang itu, aku turut berbahagia tapi anggap saja aku sudah tidak menyimpan rasa apapun lagi terhadapmu, entah memang apa tapi aku merasa kamu lah satu satunya orang yang dapat membuatku benar benar merasa seperti ini, aku merasa kamulah tempat pelabuhan cinta terakhirku, aku tidak yakin apakah akan dapat menemukan sosok yang lebih baik selain dirimu, aku juga tidak yakin sampai kapan perasaan ini akan terus melekat didalam diriku, hatiku sangat bimbang. Tapi yang jelas kuharap kamu menemukan kebahagiaanmu sendiri, terima kasih atas segalanya yang telah kamu berikan untukku aku sangat senang dengan banyaknya waktu yang kita habiskan bersama meskipun hubungan kita terbilang sangat singkat.

I love u :*